Ada benci mematah hari
Ketika petaka rindu menjadi gelombang
Mendebur malam dari hantar cinta
Dari hadiah nama perjumpaan
Oh Kekasih...
Jauh telah jejak mewarta
Hatiku tlah lama pasang
Kini diam dalam relung
Pada kibaran rasa suwung
Sekali saja kau tak lewat bukan bayang
Persembahkan sujud dari mabuk namamu
Ternyata tempayan begitu sederhana
Bila tak ada air mata penghiasnya
Entah sampai dimana
Entah kapan berakhir
Aku rindu