skip to main |
skip to sidebar
>> Begitu lekas subuh terlepasSepucuk ranting meranggas sebulir embun papasNamun rinduku erat merekatPada pagi yang pekat sungguh lekatWaktu ter urung menegur
Merampingkan mimpi yang terus mendengkur

Setelah malam terkubur dingin hampaKini fajar kesumba menari tertawa
Sebelum lepas dan bebasTerus saja doa ku terabasSekalipun aku tumbang karena usiaKarna doa akan selalu baik adanya
0 komentar:
Posting Komentar